Pasukan Perdamaian PBB Kembali Gugur di Lebanon, Tentara Prancis Jadi Korban
Oleh: Administrator
Sunday, 19 April 2026 21:03
84 kali dibaca
Foto: KabarGrobogan/Redaksi
Lebanon - Seorang tentara Prancis yang tergabung dalam misi perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNIFIL) di Lebanon tewas dalam serangan bersenjata, Minggu (19/4/2026). Selain korban jiwa, tiga tentara lainnya juga terluka dalam insiden yang terjadi saat patroli UNIFIL membersihkan bahan peledak di desa Ghanduriyah, Lebanon selatan.
Korban tewas diidentifikasi sebagai Florian Montorio dari Resimen Insinyur Parasut ke-17. Dua dari tiga tentara yang terluka mengalami luka serius. UNIFIL menyatakan patroli mereka diserang dengan senjata ringan oleh aktor non-negara saat sedang bertugas.
Presiden Prancis Emmanuel Macron mengecam keras serangan tersebut dan mendesak otoritas Lebanon untuk bertindak terhadap pelaku. Hasil penyelidikan awal menunjukkan bukti mengarah pada kelompok bersenjata yang didukung Iran. Macron menegaskan serangan ini "disengaja" dan meminta pertanggungjawaban penuh.
Kelompok Hizbullah membantah terlibat dalam insiden tersebut. Mereka meminta kehati-hatian dalam menilai dan menetapkan tanggung jawab, seraya menunggu hasil investigasi militer Lebanon.
Perdana Menteri Lebanon Nawaf Salam mengutuk serangan itu dan memerintahkan penyelidikan segera. Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres juga mengecam insiden tersebut dan mendesak semua pihak untuk menghormati gencatan senjata.
Kementerian Luar Negeri RI menyampaikan belasungkawa mendalam kepada pemerintah dan rakyat Prancis. Indonesia menegaskan bahwa serangan di tengah kesepakatan gencatan senjata selama 10 hari merupakan hal yang tidak dapat diterima, dan mendesak semua pihak untuk menahan diri serta menghormati hukum internasional.
Korban tewas diidentifikasi sebagai Florian Montorio dari Resimen Insinyur Parasut ke-17. Dua dari tiga tentara yang terluka mengalami luka serius. UNIFIL menyatakan patroli mereka diserang dengan senjata ringan oleh aktor non-negara saat sedang bertugas.
Presiden Prancis Emmanuel Macron mengecam keras serangan tersebut dan mendesak otoritas Lebanon untuk bertindak terhadap pelaku. Hasil penyelidikan awal menunjukkan bukti mengarah pada kelompok bersenjata yang didukung Iran. Macron menegaskan serangan ini "disengaja" dan meminta pertanggungjawaban penuh.
Kelompok Hizbullah membantah terlibat dalam insiden tersebut. Mereka meminta kehati-hatian dalam menilai dan menetapkan tanggung jawab, seraya menunggu hasil investigasi militer Lebanon.
Perdana Menteri Lebanon Nawaf Salam mengutuk serangan itu dan memerintahkan penyelidikan segera. Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres juga mengecam insiden tersebut dan mendesak semua pihak untuk menghormati gencatan senjata.
Kementerian Luar Negeri RI menyampaikan belasungkawa mendalam kepada pemerintah dan rakyat Prancis. Indonesia menegaskan bahwa serangan di tengah kesepakatan gencatan senjata selama 10 hari merupakan hal yang tidak dapat diterima, dan mendesak semua pihak untuk menahan diri serta menghormati hukum internasional.
Berita Terkait
Populer Hari Ini
Konten Berujung Pidana: Kreator Asal Grobogan Resmi Ditetapkan Sebagai Tersangka
Grobogan
22 Apr 2026
Rupiah Terkapar: Kedigdayaan Dolar AS Paksa Mata Uang Garuda "Tiarap" ke Level Terendah
Grobogan
24 Apr 2026
Penyelundupan Besar Digagalkan: Puluhan Mobil dan Motor Ilegal Tujuan Timor Leste Disita di Semarang
Grobogan
23 Apr 2026
77 Dapur MBG di Grobogan Langgar SOP, Terancam Disetop dan Kehilangan Insentif Jutaan Rupiah
Grobogan
14 May 2026
Maling Asal Sukolilo Pati Gagal Beraksi di Grobogan Usai Dicegat Warga
Grobogan
22 Apr 2026