Jawa Tengah Darurat Lingkungan: Ketua DPRD Inisiasi Gerakan "Jogo Kali, Merawat Bumi"
Oleh: Administrator
Friday, 24 April 2026 09:20
73 kali dibaca
Foto: KabarGrobogan/Redaksi
Semarang, Jawa Tengah – Kondisi ekosistem di Jawa Tengah kini berada dalam lampu kuning. Menanggapi tahap kritis kerusakan lingkungan yang kian nyata, Ketua DPRD Jawa Tengah menginisiasi gerakan masif bertajuk "Jogo Kali, Merawat Bumi". Gerakan ini lahir sebagai respon darurat sekaligus langkah konkret untuk memulihkan kembali kelestarian alam di wilayah Jawa Tengah.
Berdasarkan data dan pengamatan di lapangan, kerusakan lingkungan di berbagai titik di Jawa Tengah telah mencapai level yang mengkhawatirkan. Beberapa isu utama yang menjadi sorotan meliputi:
Pencemaran Sungai: Banyak aliran sungai yang kini tercemar limbah domestik maupun industri.
Degradasi Lahan: Pengundulan hutan dan alih fungsi lahan yang memicu bencana hidrometeorologi seperti banjir dan tanah longsor.
Krisis Air Bersih: Menurunnya kualitas sumber mata air akibat rusaknya daerah aliran sungai (DAS).
Gerakan ini bukan sekadar seremoni, melainkan sebuah ajakan untuk kembali ke kearifan lokal dalam menjaga sumber kehidupan.
Jogo Kali (Menjaga Sungai): Menitikberatkan pada edukasi masyarakat agar berhenti membuang sampah ke sungai dan aktif melakukan normalisasi secara alami melalui penanaman pohon di bantaran sungai.
Merawat Bumi: Mengajak seluruh elemen masyarakat untuk melakukan penghijauan kembali dan mengurangi penggunaan plastik sekali pakai guna menekan beban sampah di tanah.
Ketua DPRD Jateng menegaskan bahwa pemerintah tidak bisa bergerak sendiri. Melalui inisiasi ini, beliau mendorong kolaborasi antara:
- Pemerintah Daerah: Melalui kebijakan yang pro-lingkungan dan pengawasan ketat terhadap perusak alam.
- Komunitas Lingkungan: Sebagai penggerak aksi di akar rumput.
- Generasi Muda: Untuk menciptakan budaya sadar lingkungan sejak dini melalui media sosial dan aksi nyata.
"Lingkungan kita sudah berada di tahap kritis. Jika kita tidak mulai 'menjaga sungai' sekarang, maka kita sedang mewariskan bencana bagi anak cucu. Ini adalah tugas kolektif kita untuk merawat bumi Jawa Tengah," tegas Ketua DPRD Jateng.
Gerakan ini akan diimplementasikan melalui serangkaian program, mulai dari susur sungai untuk pembersihan massal, penebaran benih ikan lokal, hingga penanaman ribuan bibit pohon di hulu sungai. Harapannya, gerakan "Jogo Kali, Merawat Bumi" dapat menjadi budaya baru bagi warga Jawa Tengah dalam berinteraksi dengan alam demi keberlangsungan hidup di masa depan.
Berdasarkan data dan pengamatan di lapangan, kerusakan lingkungan di berbagai titik di Jawa Tengah telah mencapai level yang mengkhawatirkan. Beberapa isu utama yang menjadi sorotan meliputi:
Pencemaran Sungai: Banyak aliran sungai yang kini tercemar limbah domestik maupun industri.
Degradasi Lahan: Pengundulan hutan dan alih fungsi lahan yang memicu bencana hidrometeorologi seperti banjir dan tanah longsor.
Krisis Air Bersih: Menurunnya kualitas sumber mata air akibat rusaknya daerah aliran sungai (DAS).
Gerakan ini bukan sekadar seremoni, melainkan sebuah ajakan untuk kembali ke kearifan lokal dalam menjaga sumber kehidupan.
Jogo Kali (Menjaga Sungai): Menitikberatkan pada edukasi masyarakat agar berhenti membuang sampah ke sungai dan aktif melakukan normalisasi secara alami melalui penanaman pohon di bantaran sungai.
Merawat Bumi: Mengajak seluruh elemen masyarakat untuk melakukan penghijauan kembali dan mengurangi penggunaan plastik sekali pakai guna menekan beban sampah di tanah.
Ketua DPRD Jateng menegaskan bahwa pemerintah tidak bisa bergerak sendiri. Melalui inisiasi ini, beliau mendorong kolaborasi antara:
- Pemerintah Daerah: Melalui kebijakan yang pro-lingkungan dan pengawasan ketat terhadap perusak alam.
- Komunitas Lingkungan: Sebagai penggerak aksi di akar rumput.
- Generasi Muda: Untuk menciptakan budaya sadar lingkungan sejak dini melalui media sosial dan aksi nyata.
"Lingkungan kita sudah berada di tahap kritis. Jika kita tidak mulai 'menjaga sungai' sekarang, maka kita sedang mewariskan bencana bagi anak cucu. Ini adalah tugas kolektif kita untuk merawat bumi Jawa Tengah," tegas Ketua DPRD Jateng.
Gerakan ini akan diimplementasikan melalui serangkaian program, mulai dari susur sungai untuk pembersihan massal, penebaran benih ikan lokal, hingga penanaman ribuan bibit pohon di hulu sungai. Harapannya, gerakan "Jogo Kali, Merawat Bumi" dapat menjadi budaya baru bagi warga Jawa Tengah dalam berinteraksi dengan alam demi keberlangsungan hidup di masa depan.
Berita Terkait
Populer Hari Ini
Konten Berujung Pidana: Kreator Asal Grobogan Resmi Ditetapkan Sebagai Tersangka
Grobogan
22 Apr 2026
Rupiah Terkapar: Kedigdayaan Dolar AS Paksa Mata Uang Garuda "Tiarap" ke Level Terendah
Grobogan
24 Apr 2026
Penyelundupan Besar Digagalkan: Puluhan Mobil dan Motor Ilegal Tujuan Timor Leste Disita di Semarang
Grobogan
23 Apr 2026
77 Dapur MBG di Grobogan Langgar SOP, Terancam Disetop dan Kehilangan Insentif Jutaan Rupiah
Grobogan
14 May 2026
Maling Asal Sukolilo Pati Gagal Beraksi di Grobogan Usai Dicegat Warga
Grobogan
22 Apr 2026